Senin, 21 Maret 2016

20 MARET 2016

Seharian disibukkan dengan persiapan untuk gelar malam puisi. Istrikupun tak seperti biasanya karena tak bertanya nanti akan disuguhin apa. Mungkin dia sudah tau, kalo diriku tak punya uang. Dengan cekatannya istriku membuat kue untuk suguhan yaitu kue mutiara yang terbungkus daun pisang dan juga buat gudir.

Diriku walau terlihat tenang, namun pada dasarnya sangat gelisah, karena air dan kopi serta kue belum terbeli. Alhamdulilah bang antoni sore hari setelah seharian berada dirumah untuk ngeprint memberikanku uang seratus ribu, aku belikan lampu, air mineral, rambutan dan gorengan. Plong rasanya beban yang ada di pikiran.

Acaranyapun berlangsung lancar, walau tak semeriah biasanya. Tapi hatiku sebagai tuan rumah sungguh sangat puas sekali.

0 komentar:

Posting Komentar

Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
CERITAKU. KAMI UCAPKAN TERIMAKASIH UNTUK ANDA SEMUA YANG PEDULI PADA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN.